BAIT SANG PROKLAMATOR
Bait Sang Proklamator
Kebangganku atas bangsa ini terlampaui besar oleh kekecewaanku terhadap birokrasi penggeraknya, berlagak merakyat tak harus mental murahan, krisis moral dan ketidak pastian arah nasib para generasi memperpanjang cerita kepiluan ibu pertiwi, bung karno membangun pancasila sebagai ideologi bangsa, namun para penerus menjadikan pancasila sebagai teks bacaan senin pagi..
apakah bangsa ini masih kuat berdiri diatas kotoran yang melekat nyata didepan muka mereka.?
secerca inspirasi tak mampu melawan tumpukan ambisi..
teriakan merdeka terasa sangat mencekam dada.. rakyat menyaksikan kebodohan para pemimpinya sembari menikmati secangkir limbah,
banyak orang berteriak menyuarakan keadilan, namun itu muaranya tak ubah bagaikan belatung mengerogoti moral dan rasa malu..
ironi... sungguh ironi, jika anda melihat benang kusut yang terhambur dan tak tau mana ujung satu dan ujung satunya lagi,.
itulah perumpamaan tuk bangsa ini..
masalah demi masalah terkuak bagaikan bangkai berserakan diatas tanah lapang
semua orang berlomba saling menyalahkan dan menjatuhkan
sedangkan yang lainya merintih malihat dan menertawai..
tangisilah apa yang engkau saksikan wahai sang proklamator...
berterikalah meski bukanlah aku yang mendengarkan..
sedang aku hanya akan menunggu waktu untuk mengungsi dari kehausan jiwa..
aku ingin menulis cerita bangsaku yang akan dibanggakan oleh anak cucuku, tapi aku tak ingin menipu mereka dengan keadaan dan kehancuran ini, sadar atau tidak inilah INDONESIA..
Bung Hatta patah kaca matanya sedangkan Bung Karno kehilangan tongkat
Penulis : Imam Abhy Al-Gazaly Mpicomunity
Kebangganku atas bangsa ini terlampaui besar oleh kekecewaanku terhadap birokrasi penggeraknya, berlagak merakyat tak harus mental murahan, krisis moral dan ketidak pastian arah nasib para generasi memperpanjang cerita kepiluan ibu pertiwi, bung karno membangun pancasila sebagai ideologi bangsa, namun para penerus menjadikan pancasila sebagai teks bacaan senin pagi..
apakah bangsa ini masih kuat berdiri diatas kotoran yang melekat nyata didepan muka mereka.?
secerca inspirasi tak mampu melawan tumpukan ambisi..
teriakan merdeka terasa sangat mencekam dada.. rakyat menyaksikan kebodohan para pemimpinya sembari menikmati secangkir limbah,
banyak orang berteriak menyuarakan keadilan, namun itu muaranya tak ubah bagaikan belatung mengerogoti moral dan rasa malu..
ironi... sungguh ironi, jika anda melihat benang kusut yang terhambur dan tak tau mana ujung satu dan ujung satunya lagi,.
itulah perumpamaan tuk bangsa ini..
masalah demi masalah terkuak bagaikan bangkai berserakan diatas tanah lapang
semua orang berlomba saling menyalahkan dan menjatuhkan
sedangkan yang lainya merintih malihat dan menertawai..
tangisilah apa yang engkau saksikan wahai sang proklamator...
berterikalah meski bukanlah aku yang mendengarkan..
sedang aku hanya akan menunggu waktu untuk mengungsi dari kehausan jiwa..
aku ingin menulis cerita bangsaku yang akan dibanggakan oleh anak cucuku, tapi aku tak ingin menipu mereka dengan keadaan dan kehancuran ini, sadar atau tidak inilah INDONESIA..
Bung Hatta patah kaca matanya sedangkan Bung Karno kehilangan tongkat
Penulis : Imam Abhy Al-Gazaly Mpicomunity
Komentar
Posting Komentar